Wanita Karir Dalam Islam, Begini Penjelasan Lengkapnya

Wanita Karir Dalam Islam

KAWANPUAN.COMWanita Karir dalam Islam belakangan ini selalu menjadi topik pemberitaan banyak media. Begini penjelasan lengkapnya.

Islam sudah menetapkan ketentuan-ketentuan bagi wanita atau perempuan. Semuanya tercantum dalam kitab suci Alquran, hadis, maupun fatwa ulama, agar menjadi tuntunan.

Ada tiga pendapat dari para ulama serta cendekiawan yang mewarnai pembahasan seputar wanita karir dalam Islam.

Pertama, mereka yang membolehkan wanita bekerja tanpa syarat apapun. Kedua, tidak membolehkan sama sekali, dan ketiga, membolehkan tapi dengan syarat-syarat tertentu.

Melansir dari beberapa sumber, menurut ulama dan cendekiawan asal Mesir, Sayid Qutb, ajaran Islam lebih dekat dengan pandangan yang terakhir.

“Sebab, tidak ada larangan dalam Islam,” ujar dia. Islam, sambung dia, membolehkan wanita bekerja di bidang kemampuannya asal sesuai dengan kodrat kewanitaannya.

Dengan memerhatikan uraian itu, jelaslah bahwa Islam sama sekali tidak pernah menganggap wanita hanya sebagai penganggur, atau harus di rumah saja.

“Sebaik-baik canda seorang Muslimah di rumahnya adalah bertenun,” demikian sabda Nabi Muhammad SAW yang menekankan agar wanita juga harus tekun berkarya.

Meski begitu, dalam bekerja, ada tiga hal harus di pertimbangkan, yakni faktor kelemahan fisik wanita, tugas alamiahnya, serta etika yang harus di taati.

Lebih jauh, oleh Dr Abd al-Qadr Manshur, bahwa dengan fisik yang tidak sekuat kaum lelaki, wanita di anjurkan tidak melakukan pekerjaan berat maupun yang berisiko.

Hal ini bukan untuk menghalangi atau membatasi. Anjuran itu terkait pula dengan tugas alamiah wanita, seperti melahirkan, menyusui dan menjaga keluarga.

Sehingga perlu ada sinergi dengan aktivitasnya di luar rumah. Adapun aspek etika pada dasarnya untuk mengatur keseimbangan antara laki-laki dan wanita.