Apa Itu Wanita Bersuami Dua? Begini Penjelasannya

Wanita Bersuami Dua

KAWANPUAN.COM – Wanita bersuami dua bisa di sebut poliandri yang belakangan ini sedang viral dan jadi perbincangan hangat para pengguna media sosial.

Wanita bersuami dua hanya terjadi di daerah tertentu dengan kondisi beberapa hal. Yaitu jumlah wanita lebih sedikit dari pada jumlah laki-laki di daerah itu.

Praktir wanita bersuami dua belakangan sedang jadi topik perbincangan hangat bagi Kawan Puan. Hal itu menyusul video viral pengusiran wanita di duga poliandri.

Kabar terbaru bahwa wanita yang mengalami pengusiran warga bukan terkait poliandri, melainkan wanita tersebut sering membawa laki-laki ke rumahnya.

Rupanya narasi yang kadung viral dan heboh di media sosial itu tidak benar. Yang benar menurut kabar terbaru, warga tidak ingin kampungnya kotor dari mesum.

Kejadian ini terjadi di Kabupaten Kuansing, Provinsi Riau. Sekarang video pengusiran tersebut benar-benar viral ke berbagai media sosial hingga jadi topik panas.

Menurut keterangan polisi di daerah itu, rupanya wanita tersebut sering bergonta ganti pasangan. Padahal wanita itu sudah memiliki suami dan anak.

“Benar ada warga yang melakukan pengusiran atau penolakan terhadap seorang wanita. Tapi bukan masalah bersuamikan dua pria,” kata Kapolres Kuansing AKBP Rendra.

“Yang bersangkutan sudah bersuami sah, namun di tengarai sering bawa laki-laki lain ke rumahnya dan di anggap berzina,” sambung Kapolres Kuansing.

Namun dalam ulasan ini, Kawan Puan tidak akan mengupas persoalan seorang wanita di Kuansing yang kabarnya memiliki dua suami tersebut.

Kawan Puan akan menjelaskan soal wanita poliandri atau bersuami dua dan menurut aturan agama dan negara yang ada di Indonesia. Ini menjadi topik penting agar semua paham.

Wanita Bersuami Dua Namanya Apa?

Sesuai penjelasan yang sudah Kawan Puan sampaikan di atas, bahwa wanita bersuami dua itu bisa di sebut poliandri. Praktik poliandri sendiri hukumnya haram bagi agama.

Poliandri adalah suatu sistem pernikahan yang membolehkan seorang perempuan mempunyai suami lebih dari satu orang dalam waktu yang bersamaan.

Umumnya, praktik poliandri ini terjadi pada daerah tertentu di mana terdapat kelangkaan perempuan, sehingga seringkali seorang laki-laki berbagi istri dengan saudara lainnya.

Praktik poliandri ini di perkirakan hanya ada kurang dari 1 persen di seluruh dunia dan terbatas pada wilayah tertentu, seperti di Himalaya, India Utara, Tibet, masyarakat Eskimo.

Bahkan, pada daerah tertentu tradisi poliandri ini terjadi secara turun-temurun hingga ke anak-anaknya. Lantas apa hukum poliandri? Temukan jawabannya di bawah ini.

Hukum Poliandri Menurut Agama dan Negara

Selama ini, masyarakat lebih banyak mengenal laki-laki yang memiliki istri lebih dari satu alias poligami. Ada juga beberapa kasus seorang perempuan bersuami dua.

Akan tetapi, baik dalam hukum agama maupun hukum negara, poliandri haram hukumnya di Indonesia. Pada dasarnya, hukum pernikahan di Indonesia menganut asas monogami.

Hal ini tertuang dalam Pasal 3 ayat (1) UU No. 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan (UUP), bahwa seorang laki-laki hanya boleh mempunyai seorang istri, dan seorang perempuan hanya boleh mempunyai seorang suami.

Sementara dalam Islam laki-laki di perbolehkan memiliki 4 istri asalkan dia bisa berlaku adil terhadap istri-istrinya. Jika perempuan bersuami dua, maka ini di larang dalam agama.

Pasalnya, hal ini akan menimbulkan berbagai masalah, fitnah, serta persoalan ahli waris jika memiliki anak. Islam melarang poliandri karena takut muncul masalah.