Video Viral Puan Maharani Pasang Wajah Cemberut Bikin Heboh

Video Viral Puan Maharani Cemberut

KAWANPUAN.COMVideo viral Puan Maharani pasang wajah masam saat bagikan kaus kepada masyarakat bikin heboh warganet. Penasaran dengan video viral Puan Maharani?

Beredarnya video Puan Maharani yang tengah membagikan kaus di kerumunan warga mengundang perhatian publik. Pasalnya, tampak Puan Maharani pasang wajah cemberut.

Dalam video cuplikan pemberitaan stasiun televisi nasional itu, ekspresi wajah Puan di nilai cemberut oleh warganet saat melemparkan kaos kepada masyarakat di sekitarnya.

Menanggapi video tersebut, pegiat media sosial sekaligus pengamat politik Jhon Sitorus menyebut Puan lahir di tengah kemewahan. Hal ini terungkap dari Jhon Sitorus.

Pada unggahannya di akun Twitter @miduk17, Jhon Sitorus membagikan video Puan yang tengah membaikan kaus kepada warga.

“Merakyat itu tak bisa berpura-pura, wajah asli itu akan keluar begitu situasi membuat tak nyaman,” tulis John Sitorus, dalam unggahan di Twitternya.

“Bagaimana mau merakyat bila lahir di tengah kemewahan dan nama besar? Bagaimana mau merasa nyaman bila tak pernah memulai dari bawah bersama rakyat?” imbuhnya.

Lebih lanjut dia menyarankan Puan untuk beristirahat sejenak. “Jangan di paksakan, istrahatlah sejenak,” tambahnya lagi dalam tweetnya tersebut.

Warganet Komentari Video Viral Puan Maharani

Cuitan Jhon Sitorus sontak mengundang berbagai respons dari warganet. Warganet langsung berbondong-bondong memberikan komentar negatif kepada Puan Maharani.

“Melihat mimik wajahnya, memberi dan melempar kaus dengan wajah cemberut, kok seperti tidak tulus ya,” komentar warganet terhadap video viral Puan Maharani.

“Bekerjalah dengan hati, jadilah dirimu sendiri enggak usah terlihat seperti orang lain. Capek pasti,” tambah warganet lain mengomentari Puan Maharani.

“Yang benar-benar lahir dan pernah hidup susah merakyat kayanya hanya presiden yang saat ini saja. Untuk calon-calon berikutnya enggak ada. Paling yang agak mendingan masih berbaur dekat dengan rakyat, hanya Ganjar saja, itu pun kalo di calonkan,” imbuh warganet lain.

“Tanpa nama dan keturunan, nih emak-emak cuma akan jadi IRT yang kerjaaannya ghibah di tukang sayur atau jadi admin ketak ketik di pabrik daerah,” tulis warganet di kolom komentar.

“Merakyat itu saban hari pergi kerja ke kantor naik KRL di jam sibuk, merasakan berdesak-desakan di gerbong kereta dan naik-turun tangga untuk pindah jalur di Stasiun Duri dan Manggarai,” timpal lainnya.