Video Viral Kasus Perundungan di Batam, Polisi Selidiki Motif

Video Viral Perundungan Batam

KAWANPUAN.COMVideo viral kasus perundungan terhadap remaja wanita hingga menangis dan berteriak di Batam, beredar luas melalui media sosial.

Dalam rekaman video viral kasus perundungan tersebut tampak beberapa remaja wanita memukul dan menganiaya temannya hingga menangis dan berteriak.

Dugaan sementara video itu merupakan penganiayaan anak di bawah umur yang beredar luas di Kota Batam, Kepulauan Riau, baru-baru ini.

Dalam kejadian ini, Polisi sudah bertindak mengetahui video tersebut viral. Sebab, beberapa influencer dan media memposting Vidia tersebut.

Seperti yang beredar, cuplikan video yang berdurasi dua menit terlihat dua anak dianiaya secara kejam oleh teman-temannya.

Mereka terlihat masih di bawah umur dan menurut informasi yang berhasil didapatkan, korban ternyata dua anak yang berumur 15 dan 17 tahun.

Inisial korban SU dan IR, warga Tanjung Uma, Kota Batam. Warga kota tersebut heboh dengan video penganiayaan yang dianggap brutal.

Kapolsek Lubuk Baja Kompol Yudi Arvian membenarkan video viral yang beredar ada di wilayah hukumnya yakni di seputaran Nagoya.

Ia mengatakan dari empat pelaku, ternyata satu orang adalah wanita dewasa, sementara tiga lainnya remaja putri.

“Dari empat pelaku, satu dewasa, tiga masih anak bawah umur,” kata Kompol Yudi kepada wartawan, Jumat, 1 Maret 2024.

Jika melihat reaksi warganet, banyak yang geram dan mengutuk aksi penganiayaan yang mempertontonkan adegan kejam.

Para pelaku diduga merupakan teman-teman korban. Mereka menendang dan memukul kepala kedua korban yang masih di bawah umur.

Selain melakukan penganiayaan, para pelaku juga melakukan perundungan terhadap korban dan melontarkan kata-kata kasar.

Kepolisian terus melakukan penyidikan sudah memanggil korban. Sementara korban didampingi ibunya langsung membuat laporan.

Dari keterangan korban, empat terduga pelaku yakni RS,LS, AR dan SR yang melakukan penganiyaan langsung diamankan pihak kepolisian di beberapa wilayah Kota Batam.

Saat ini, para terduga pelaku masih menjalani pemeriksaan intensif di Mapolsek Lubuk Baja untuk mengungkap motif penganiayaan ini.

“Dari pemeriksaan sementara antara korban dan pelaku anak-anak putus sekolah,” kata Yudi.

Polisi juga sudah memanggil ibu korban dan dimintai keterangan. Kasus ini diharapkan menjadi perhatian bagi orangtua.

Perbuatan mem-bully hingga melakukan kekerasan seharusnya tidak terjadi jika anak-anak dipantau dan diperhatikan.