Video Viral Bocah Tersambar Petir, Begini Cerita Aslinya

Video Viral Bocah Tersambar Petir

KAWANPUAN.COM – Video viral bocah tersambar petir berdurasi 11 detik yang beredar di media sosial masih menjadi bahan perdebatan warganet.

Padahal, fakta sebenarnya adalah video viral bocah tersambar petir berdurasi 11 detik tidaklah benar. Yang benar adalah bocah terkenal letupan petasan.

Sebelumnya teleh beredar video berdurasi 11 detik menjadi viral di kalangan warga Kuningan. Soalnya heboh warga menduga peristiwa itu terjadi di wilayah Cibeureum, Kuningan.

Kapolsek Cibingbin IPTU Asep Alamsyah langsung sibuk mencari kepastian informasi tersebut, karena daerah Cibeureum di Kuningan merupakan daerah di wilayah hukumnya.

Terlihat di tayangan video pendek itu, memperlihatkan kondisi bocah mengalami luka parah hingga di beberapa bagian organ vital, terutama tangan kiri korban.

Kejadian yang menghebohkan warganet di Kuningan ini menyebut bahwa lokasi kejadian itu di daerah Cibereum. Inilah kutipan penyebar video viral anak tersambar petir.

Fakta Video Viral Bocah Tersambar Petir

Video viral bocah tersambar Petir yang beredar di media sosial sedang menjadi perbincangan warganet. Benarkah kejadian mengerikan tersebut?

Entah siapa yang pertama kali membagikan rekaman video viral bocah tersambar petir ini. Narasinya cukup cukup membuat warganet kasihan karena tersambar petir.

Celakanya, narasi yang berseliweran di media sosial dan internet, bocah berusia 10 tahun itu harus mengalami luka cukup serius di bagian tanggan sebelah kiri.

Kabarnya, bocah tersebut mengalami insiden cukup mengerikan saat bermain hp dalam kondisi alam sedang hujan. Tiba-tiba petir menyambar boca cilik tersebut.

Setelah media ini telusuri, rupanya kejadian viral bocah tersambar petir tidaklah benar. Yang benar adalah bocah tersebut terkenal letusan petasan.

Berikut adalah rangkuman informasi sebuah rekaman video seorang anak bernarasikan tersambar petir akibat bermain handphone tampak menjerit kesakitan.

Korban Petasan, Bukan Tersambar Petir

Namun ternyata, bocah tersebut bukan tersambar petir, tetapi terkena letupan petasan. Bocah malang tersebut bernama Febriansyah berusia 10 tahun.

Peristiwa nahas itu terjadi pada 9 Oktober 2022 lalu di Lapangan Madam, Kampung Malang Tengah, Desa Ciseeng, Kabupaten Bogor.

Kasi Humas Polres Bogor Iptu Desi Triana mengatakan peristiwa terjadi pada pukul 14.00 WIB saat menghadiri salah acara keagamaan.

Petasan sisa acara di lokasi lalu di bawa Febriansyah ke tengah lapang. “Korban bersama temannya mengambil petasan sisa dari acara tersebut,” katanya.

“Dan sisa petasan yang di ambil korban di bawa ke lapangan. Setelah tiba di TKP, tiba-tiba petasan meledak mengenai jari sebelah kiri,” kata Iptu Desa kepada wartawan, Minggu (16/10).

Desi menyampaikan, saat kejadian suara ledakan petasan tersebut terdengar oleh warga sekitar yang langsung membawa Febri ke Rumah Sakit Dhuafa, Kecamata Kemang, Kabupaten Bogor.

Tangan kiri Febri mengalami luka yang cukup serius sehingga harus naik operasi. Saat ini korban tengah di rawat di RS Dhuafa dan pihak warga sedang menggalang donasi untuk biaya pengobatan Febri.