Video Bercumbu Murid SMP Negeri 1 Beji Viral TikTok

SMP Negeri 1 Beji
Pasangan sejoli yang masih berstatus sebagai pelajar kelas delapan SMP Negeri 1 Beji, Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan, merekam sendiri adegan mesra di dalam kelas. Foto/iNews TV/Jaka Samudra

KAWANPUAN.COM – Video pelajar SMP Negeri 1 Beji mendadak viral melalui TikTok. Video itu merekam aksi bibir ketemu bibir yang berlangsung di dalam kelas.

Video berdurasi 20 detik itu sekarang viral di TikTok. Banyak pengguna yang penasaran dan mencari video berciuman antara murid laki-laki dengan perempuan.

Pasangan sejoli yang masih berstatus sebagai pelajar kelas delapan SMP Negeri 1 Beji, Kecamatanm Beji, Kabupaten Pasuruan, benar-benar bikih heboh medsos.

Keduanya asyik mesum di dalam ruang kelas, dan merekamnya menggunakan ponsel. Tak berhenti di situ saja. Video kedua pelajar ini juga beredar di media sosial TikTok.

Dalam tayangan video di TikTok, terlihat pelajar wanita dan kekasihnya berciuman manja layaknya orang dewasa di dalam kelas sambil berpelukan mesra.

Pelajar wanita terekam mengenakan hijab warna kuning, dan yang memegang kamera ponsel dan merekam adegan berciuman tersebut. Aksi ini terjadi saat jam pelajaran berlangsung.

Pelajar pria yang terekam dalam video mesum berdurasi 20 detik tersebut berinisial S. Sementara kekasihnya berinisial Y.

Salah seorang warga, Sugeng sangat menyayangkan peristiwa mesum pelajar SMP di ruang kelas ini.

“Sayang sekali masih pelajar SMP sudah melakukan adegan dewasa di dalam ruang kelas. Apalagi, saat jam pelajaran masih berlangsung.”

“Apabila melihat videonya, adegan mesum itu sudah terbiasa keduanya lakukan di hadapan teman-temannya,” ungkap Sugeng, melansir Sindonews.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pasuruan, Hasbullah membenarkan adanya kejadian dua pelajar SMP mesum di dalam kelas.

Di duga, adegan mesum itu dilakukan keduanya saat selesai pelajar olahraga.

“Kami masih melakukan upaya pendampingan, dan pembinaan, agar keduanya tidak mengulangi perbuatan tersebut, serta keduanya tetap bisa melanjutkan sekolah.”

“Pendampingan moral dilakukan setiap hari Senin, dan diberlakukan di semua sekolah di Kabupaten Pasuruan,” tegas Hasbullah.