Radang Tenggorokan Bisa Menular? Ini Cara Penyebaran dan Mencegahnya

Radang Tenggorokan Menular

KAWANPUAN.COMRadang tenggorokan bisa menular, karena radang tenggorokan merupakan infeksi pada tenggorokan dan amandel disebabkan oleh bakteri Streptococcus grup A.

Berbeda dengan pilek yang umumnya disebabkan oleh virus, radang tenggorokan mudah menular, terutama pada anak-anak.

Menurut Louis Morledge, MD, seorang ahli penyakit dalam di Rumah Sakit Northwell Lenox Hill di New York City, radang tenggorokan termasuk penyakit yang sangat menular.

Selain rasa sakit pada tenggorokan, radang amandel juga dapat menimbulkan demam dan pembengkakan amandel, sering kali disertai dengan bercak putih.

Menurut American Academy of Family Physicians, beberapa orang yang mengalami radang tenggorokan juga bisa merasakan sakit perut, mual atau muntah, atau ruam merah, terutama di bawah lengan.

Berbeda dengan pilek, radang tenggorokan biasanya tidak menimbulkan batuk, pilek, atau hidung tersumbat.

Penyebab Penyebaran Radang Tenggorokan

Radang tenggorokan dapat menyebar dari satu individu ke individu lain melalui droplet cairan yang mengandung bakteri penyebab radang. Dr. Morledge menjelaskan bahwa seseorang dapat tertular radang tenggorokan jika berada di dekat orang yang terinfeksi dan kemudian menghirup tetesan yang mengandung bakteri tersebut saat orang tersebut batuk atau bersin.

Selain itu, droplet tersebut juga dapat menempel pada permukaan seperti meja, gagang pintu, atau gagang keran. Jika seseorang menyentuh permukaan yang terkontaminasi dan kemudian menyentuh mulut, hidung, atau mata, maka bakteri tersebut dapat menyebabkan infeksi. Berbagi peralatan makan, minum, atau perkakas dengan seseorang yang terinfeksi juga dapat menyebarkan radang tenggorokan.

Seringkali, orang menyebarkan radang tenggorokan tanpa menyadarinya karena bakteri penyebabnya dapat ditularkan bahkan sebelum gejala sakit muncul. Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), meskipun infeksi memerlukan waktu dua hingga lima hari untuk menyebabkan gejala seperti sakit tenggorokan, bakteri tersebut dapat ditularkan kepada orang lain selama periode tersebut.

Durasi Radang Tenggorokan

Biasanya, dibutuhkan waktu hingga lima hari setelah tertular radang tenggorokan untuk mulai merasakan gejala. Gejala tersebut dapat bertahan selama tujuh hingga 10 hari dengan pengobatan yang tepat, menurut informasi dari Klinik Cleveland.

Meskipun begitu, terapi antibiotik seperti amoksisilin dapat menyebabkan peningkatan yang signifikan dalam waktu 12 hingga 24 jam setelah dimulainya pengobatan. Antibiotik tersebut biasanya diresepkan untuk infeksi bakteri radang tenggorokan. Ketika sudah tidak lagi mengalami demam, seseorang diizinkan untuk kembali ke aktivitas normal seperti sekolah atau bekerja, sesuai dengan rekomendasi dari CDC.

Pencegahan Penyebaran Radang

Meskipun radang tenggorokan sangat menular, ada beberapa langkah yang dapat diambil untuk tetap sehat dan mencegah penyebaran infeksi jika seseorang sudah terinfeksi.

Yang terpenting, penting untuk mencuci tangan secara teratur, terutama setelah bersentuhan dengan permukaan yang sering disentuh seperti gagang pintu atau keran, atau setelah merawat anggota keluarga yang sakit.

Seseorang juga disarankan untuk tidak menyentuh wajah, terutama mulut, hidung, atau mata, karena bakteri dapat ditularkan dengan mudah melalui tangan yang terkontaminasi. Dr. Morledge menekankan pentingnya kebiasaan ini, mencatat bahwa hanya butuh satu detik untuk menyentuh permukaan yang terinfeksi dan kemudian menyebarkan bakteri ke wajah.

Terakhir, disarankan untuk membatasi kontak dengan individu yang sakit sebanyak mungkin. Meskipun mungkin sulit untuk sepenuhnya menghindari kontak dengan anggota keluarga atau rekan kerja yang sakit, mengambil cuti sakit atau memberikan dukungan kepada anggota keluarga yang sakit dapat membantu mengurangi risiko penyebaran radang tenggorokan kepada orang lain.