PDI Perjuangan Komentari Video Viral Puan Maharani Cemberut

Video Viral Puan Maharani Cemberut

KAWANPUAN.COM – PDI Perjuangan resmi memberikan komentar terkait video viral Puan Maharani cemberut saat membagian kaus kepada masyarakat di Jawa Barat.

Penasaran seperti apa tanggapan PDI Perjuangan soal video viral Puan Maharani cemberut sebagaimana yang warganet sampaikan di Twitter? Berikut ulasan lengkapnya.

Video Viral Puan Maharani cemberut menjadi topik menarik perhatian publik di seluruh Indonesia. Terutama para warganet yang bercokol di Twitter.

Perbincangan tentang nama Puan Maharani benar-benar menghebohkan. Pasalnya, Video Viral Puan Maharani Cemberut terus jadi gunjingan warganet di Twitter.

Ketua DPP PDI Perjuangan, Puan Maharani, dalam video itu nampak sedang membagi-bagikan kaus kepada warga di tengah keramaian yang padat merayap.

Mengenakan pakaian berwarna hitam, Puan Maharani terekam dalam video tengah membagi-bagikan kaus yang juga berwarna hitam kepada masyarakat setempat.

Video Ketua DPR yang tengah membagi-bagikan kaus tersebut sontak viral di media sosial.

Pasalnya, putri dari Ketua Umum PDIP ini bagikan kaus kepada warga dengan cara di lempar dan ekspresi wajah cemberut.

Tak hanya itu, Puan Maharani juga tampak memarahi pengawal pribadinya yang memegang kaus warna hitam tersebut untuk di bagikan. Tidak ada sedikitpun senyum yang terpancar dari wajah Puan Maharani.

Karena ekspresi Puan Maharani itulah, sejumlah netizen banyak yang menyorotinya. Warganet menyebut Puan Maharani pasang wajah cemberut kepada masyarakat.

Video Viral Puan Maharani Cemberut

Menanggapi video viral Puan Maharani Cemberut tersebut, Ketua DPP PDIP Said Abdullah angkat bicara. Ia mengatakan peristiwa itu terjadi belum lama ini di wilayah Jawa Barat.

Menurut Said, Puan Maharani sempat menyebut daerah Jawa Barat sebagai “kandang banteng”.

Adapun raut wajah Puan Maharani yang cemberut itu, kata Said, lantaran pengawal pribadinya yang tidak menjalankan tugasnya dengan benar.

Sedianya, Said menuturkan, seorang pengawal pribadi tidak membagikan kaus kepada warga. Sebab, hal itu merupakan tugas elite parpol.

“Mbak Puan kaget, ‘lho kok kamu yang megang kaus?’ Mbak Puan itu nanya, bukan marah. ‘Kok kamu yang pegang kaus? Kan seharusnya bukan kamu. Kamu menjaga tugas’,” kata Said di Gedung DPR RI.

“Walpri (pengawal pribadi) kan enggak boleh bagi-bagi kaus. Ya dong. ‘Kamu kenapa (megang kaus)?’ Kaget Mbak Puan, gitu lho.”

Selain itu, Said menambahkan, sambutan dari masyarakat juga di luar prediksi Puan Maharani dan tim.

“Mbak Puan itu sangat familiar, sangat humble kalau ketemu sama masyarakat,” ujar Said.

“Kalau Mbak Puan itu tidak humble, seakan-akan mukanya Mbak Puan tidak merakyat, kemudian untuk apa kira-kira Mbak Puan turun ke bawah.”

Said menuturkan, Puan Maharani selalu ingin turun ke bawah untuk mengetahui apa yang sesungguhnya diinginkan oleh masyarakat.

“Kita ini kalau mau berpikir sehat, apa iya turun ke masyarakat tiba-tiba marah-marah, muka ditekuk, apa iya? Kan sia-sia turun. Dan itu bukan tipikal Mbak Puan,” ujar Said.