Nilai Tukar Rupiah Melemah, Inilah Penyebab dan Dampaknya

Nilai Tukar Rupiah Melemah

KAWANPUAN.COM – Apa saja penyebab dan dampak nilai tukar rupiah terhadap dolar yang condong terus melemah? Berikut ulasan lengkap dari pakar ahlinya.

Belakangan ini nilai tukar rupiah terhadap dolar terus melemah. Ini mengacu pada kurs Bank Indonesia (BI). Banyak warganet penasaran dengan penyebab dan dampaknya.

Nilai tukar mata uang rupiah telah mencapai Rp15.200 per dolar Amerika Serikat (AS). Data dari Bloomberg menunjukkan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS di buka pada level Rp15.165 per dolar.

Posisi ini melemah di banding penutupan sebelumnya sebesar Rp12.124 per dolar AS. Menurut Menteri Keuangan, Sri Mulyani, indeks dolar mengalami penguatan hingga 110.

Sri Mulyani Indrawati sebelumnya mengatakan bahwa penguatan dolar AS telah memukul nilai tukar mata uang di dunia, tak terkecuali Indonesia.

“Kalau dolar menguat berarti lawan mata uang lainnya, terutama emerging market, mengalami depresiasi. Semakin kuat dolar berarti lawannya semakin melemah,” kata Sri Mulyani.

Apa Penyebab Nilai Tukar Rupiah Melemah?

Terdapat sejumlah penyebab kenapa nilai tukar rupiah melemah. Pertama adalah karena adanya agresivitas dari kebijakan moneter di negara maju menaikkan tingkat suku bunga.

Sehingga negara berkembang pun harus mengeluarkan aliran modal. Kondisi ini tak hanya terjadi di Indonesia, namun juga di negara lainnya.

Alasan lain kenapa nilai rupiah melemah adalah karena adanya penguatan dolar AS dari dolar index. Jadi dolar index merupakan perbandingan antara mata uang dolar Amerika dengan lainnya.

Jadi kalau dolar index menguat berarti dolar sedang perkasa di bandingkan mata uang lain termasuk rupiah. Itulah alasan singkap dari persoalan rupiah melemah.

Penyebab rupiah melemah adalah faktor dari tingginya inflasi di negara berkembang yang menyebabkan kekhawatiran terjadinya tekanan sektor keuangan.

Adapun ancaman resesi ekonomi secara global yang juga memengaruhi nilai tukar rupiah terhadap dolar. Faktor keempat adalah ancaman resesi ekonomi secara global.

Dampak Rupiah Melemah

Dampak melemahnya rupiah antara lain bagi eksportir dengan pelemahan nilai tukar rupiah akan mendapatkan keuntungan cukup tinggi.

Seperti tahun 1998 saat rupiah melemah cukup dalam terhadap dolar. Eksportir komoditas kopi saat itu mendapat devisa yang sangat besar. Jadi eksportir di untungkan.

Di sisi lain, melemahnya rupiah juga berdampak negatif, seperti meningkatnya harga barang-barang impor yang merupakan kebutuhan sehari-hari.

Misalnya saja kenaikan harga gula, garam, daging sapi, gandum, kedelai, dan kebutuhan pangan lainnya. Hal ini kemudian menciptakan tekanan inflasi dalam negeri yang lebih tinggi.

Pelemahan rupiah yang semakin dalam juga akan membuat Bank Indonesia meningkatkan suku bunga. Suku bunga yang naik cukup tinggi akan menyebabkan pelemahan pertumbuhan kredit perbankan.

Lebih dari itu, masyarakat pun akan mengurangi belanja akibat kenaikan suku bunga pinjaman, seperti belanja untuk KPR, properti, membeli kendaraan, dan lainnya.

Dampaknya juga akan terasa pada biaya bahan baku pada industri pengolahan yang di peroleh dari impor. Bahan baku industri pengolahan akan mengalami kenaikan signifikan kalau rupiah melemah.