Perbedaan Kromosom Perempuan dan Laki-laki

Kromosom Perempuan

Kawanpuan.com – Perbedaan kromosom perempuan dan pria. Secara fisik wanita dan pria memiliki perbedaan. Perempuan dan pria memiliki kumpulan DNA berbeda.

Kumpulan DNA yang berbeda ini di sebut dengan kromosom seks. Wanita memiliki dua kromosom X di selnya (XX). Sementara pria memiliki satu X dan satu Y (XY).

Apa itu kromoson? Kromosom berasal dari kata Yunani, yaitu chroma dan soma. Chroma artinya warna, sedangkan soma artinya tubuh.

Para ilmuwan memberi nama demikian karena molekul ini merupakan struktur sel atau tubuh yang terdiri dari warna-warna tertentu jika di lihat di bawah mikroskop.

Seseorang yang mewarsi terlalu banyak atau terlalu sedikit salinan kromosom seks bisa menyebabkan masalah serius.

Pada wanita yang memiliki salinan ekstra kromosom X yang lebih banyak (XXX) bisa memicu keterbelakangan mental.

Sementara, pria yang memiliki lebih dari satu kromosom X (XXY) akan mengalami sindrom Klinefelter.

Sindrom ini biasanya di tandai dengan ukuran testis yang kecil dan tidak turun, payudara yang membesar (ginekomastia), massa otot yang lebih rendah, dan pinggul yang lebih besar seperti wanita.

Selain itu, sindrom lain yang di sebabkan oleh ketidakseimbangan jumlah kromosom seks adalah sindrom Turner.

Wanita dengan sindrom Turner di tandai dengan hanya memiliki satu kromosom X. Biasanya pengidapnya bertubuh sangat pendek, berdada rata, dan memiliki masalah ginjal atau jantung.

Jenis Kelainan Kromosom

Kelainan kromosom biasanya di bagi menjadi dua kelompok besar, yaitu kelainan numerik dan struktural.

Apa Kelainan Numerik?

Kelainan numerik terjadi apabila jumlah kromosom kurang atau lebih dari yang seharusnya, yaitu dua (sepasang).

Apabila seseorang kehilangan salah satunya, kondisi ini di sebut dengan monosomi pada kelompok kumpulan DNA yang bersangkutan.

Sementara itu, jika seseorang memiliki lebih dari dua kromosom kondisinya di sebut trisomi. Salah satu masalah kesehatan yang di sebabkan oleh kelainan numerik adalah Down syndrome.

Kondisi ini di tandai dengan keterbelakangan mental pada pengidapnya, bentuk wajah yang berbeda dan khas, dan kekuatan otot yang buruk.

Orang dengan Down syndrome memiliki tiga salinan kromosom 21. Itu sebabnya, kondisi ini di sebut dengan trisomi 21.

Bagaimana Kelainan Struktural Terjadi?

Umumnya, sebagian besar kasus kelainan struktural ini terjadi karena adanya masalah pada sel telur dan sperma. Dalam kasus ini, kelainan muncul di setiap sel tubuh.

Namun, sebagian kelainan juga bisa terjadi setelah pembuahan sehingga sebagian sel memiliki kelainan dan sebagiannya tidak.

Kelainan ini juga bisa di turunkan dari orangtua. Untuk itu, ketika seorang anak memiliki kelainan pada kumpulan DNA-nya, dokter akan melakukan pengecekan pada kumpulan DNA orangtuanya.

Penyebab Kelainan Kromosom

Di lansir dari National Human Genome Research Institute, kelainan kromosom biasanya terjadi ketika ada kesalahan dalam proses pembelahan sel. Proses pembelahan sel di bagi menjadi dua, yaitu mitosis dan meiosis.

Mitosis merupakan proses pembelahan yang menghasikan dua sel hasil duplikat dari sel aslinya. Pembelahan ini terjadi di seluruh bagian tubuh kecuali organ reproduksi. Sementara meiosis, adalah pembelahan sel yang menghasilkan setengah dari jumlah kromosom.

Nah, dalam kedua proses ini bisa saja terjadi kesalahan yang menyebabkan sel terlalu sedikit atau terlalu banyak. Kesalahan juga bisa terjadi saat kumpulan DNA ini sedang di duplikasi.

Fungsi Kromosom

Struktur unik kromosom membuat DNA melilit protein mirip kumparan yang di sebut dengan histon. Tanpa lilitan seperti itu, molekul DNA akan terlalu panjang untuk masuk ke dalam sel.

Sebagai gambaran, jika semua molekul DNA dalam sel manusia di lepaskan dari histonnya, panjangnya akan menjadi sekitar 6 kaki atau setara dengan 1,8 meter.

Agar suatu organisme atau makhluk hidup bisa tumbuh dan berfungsi dengan baik, sel harus terus membelah.

Tujuannya untuk mengganti sel lama yang rusak dengan yang baru. Selama proses pembelahan sel ini, penting agar DNA tetap utuh dan merata di antara sel-sel.

Nah, kromosomlah yang berperan penting dalam proses tersebut. Pasalnya, molekul ini bertugas untuk memastikan bahwa DNA di salin dan di distribusikan secara akurat di sebagian besar divisi sel.

Namun terkadang, tetap ada kemungkinan bahwa kumpulan DNA ini melakukan kesalahan dalam proses pembelahannya.

Perubahan jumlah atau struktur kumpulan DNA dalam sel baru-lah yang bisa menyebabkan masalah serius. Misalnya, leukimia jenis tertentu dan beberapa kanker lainnya di sebabkan oleh rusaknya kumpulan DNA ini.

Selain itu, penting juga untuk sel telur dan sperma mengandung jumlah kromosom yang tepat dengan struktur yang benar. Jika tidak, keturunan yang di hasilkan juga bisa gagal berkembang dengan baik.

Cara Pewarisan Kromosom

Pada manusia dan sebagian besar makhluk hidup lainnya, satu salinan dari tiap kumpulan DNA ini di warisi dari induk betina dan jantan. Oleh karena itu, tiap anak yang lahir pasti mewarisi sebagian sifat ibu dan ayahnya.

Namun, pola pewarisan ini berbeda untuk kumpulan DNA kecil yang di temukan dalam mitokondria. DNA mitokondria selalu di warisi dari induk betina atau sel telur saja.

Kawanpuan.com merupakan media online tempat berbagi inspirasi kaum perempuan di seluruh Indonesia.

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *