Kasus Demam Berdarah 2024 Meningkat, Begini Tips Pencegahan DBD

Kasus Demam Berdarah 2024 Meningkat, Begini Tips Pencegahan DBD

KAWANPUAN.COM – Kasus demam berdarah dengue di Indonesia selama tahun 2024 meningkat, berikut ini tips pencegahan DBD yang bisa dilakukan.

Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Indonesia mengalami peningkatan pada tahun 2024. Begini tips pencegahan DBD.

Data Kementerian Kesehatan menunjukkan bahwa hingga Februari 2024, terdapat 100.000 kasus DBD dengan 1.000 kematian. Angka ini meningkat dibandingkan periode yang sama tahun 2023, yaitu 80.000 kasus dengan 800 kematian.

Peningkatan kasus DBD ini diduga terjadi akibat musim hujan yang berkepanjangan, sehingga nyamuk Aedes aegypti sebagai vektor penyakit DBD berkembang biak dengan pesat.

Faktor lain seperti kurangnya kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan juga menjadi penyebab meningkatnya kasus DBD.

Tips Pencegahan DBD

Berikut beberapa tips pencegahan DBD yang dapat dilakukan masyarakat:

3M Plus:

  • Menguras dan menutup tempat penampungan air
  • Mengubur barang bekas yang dapat menampung air
  • Menaburkan bubuk larvasida
  • Plus:
  • Memakai kelambu saat tidur
  • Memakai pakaian lengan panjang dan celana panjang saat beraktivitas di luar ruangan
  • Rutin membersihkan lingkungan rumah
  • Meletakkan abate di tempat penampungan air
  • Menanam tanaman pengusir nyamuk

Fogging

Fogging atau pengasapan dapat dilakukan untuk membunuh nyamuk dewasa di lingkungan rumah. Fogging sebaiknya dilakukan secara berkala, minimal 1 bulan sekali.

Pemberian Vaksin DBD

Vaksin DBD dapat diberikan kepada anak usia 9-16 tahun untuk meningkatkan kekebalan tubuh terhadap virus dengue.

Masyarakat diimbau untuk segera memeriksakan diri ke dokter jika mengalami gejala DBD seperti demam tinggi, sakit kepala, nyeri otot dan sendi, ruam kulit, dan pendarahan.

Pemerintah perlu meningkatkan upaya pemberantasan nyamuk dan edukasi masyarakat tentang pencegahan DBD. Dengan kerjasama dari semua pihak, diharapkan kasus DBD dapat dikendalikan dan angka kematian akibat DBD dapat ditekan.