Inilah Hukum Pelakor bagi Wanita Menurut Agama Islam

Hukum Pelakor

KAWANPUAN.COM – Istiliah perebut laki orang alias pelakor belakangan ini cukup tren. Tapi tahukah Anda bahwa ada hukum pelakor bagi wanita menurut agama Islam.

Julukan ini sendiri muncul seiring fenomena perselingkuhan dalam rumah tangga yang kerap di ekspos di media sosial. Istilah pelakor bagi wanita cukup populer sekali.

Kehadiran orang ketiga atau pelakor acap kali menjadi penyebab rusaknya hubungan pasangan suami istri yang sudah lama menikah. Hadirnya orang ketiga ini di sebut sebagai Pelakor.

Tidak hanya perempuan saja yang bisa menjadi orang ketiga, laki-laki pun punya potensi yang sama besarnya sebagai perusak rumah tangga orang lain.

Dalam hal perselingkuhan, tentu saja tak bisa serta-merta menyalahkan pelakor atau orang ketiga, karena faktanya perselingkuhan terdiri dari dua orang.

Di lihat dari sisi etika, jelas perilaku ini tidak sesuai dengan norma sosial di masyarakat. Apalagi melihatnya dari sisi agama, tentu agama mana pun melarang umatnya sebagai pelakor.

Lantas bagaimana hukum pelakor bagi wanita dalam ajaran agama Islam? Simak penjelasan lengkapnya melalui artikel berikut ini.

Hukum Pelakor bagi Wanita Menurut Islam

Mencintai adalah hal yang bisa dan wajar oleh setiap orang. Namun mencintai juga ada batasannya. Mencintai lelaki yang sudah beristri tentunya tidak boleh.

Agama Islam tidak menganjurkan wanita untuk merebut suami orang. Istilah pelakor menjadi kata yang sangat popular di dengar saat ini.

Istilah pelakor tersebut untuk wanita yang suka merebut suami orang lain. Banyak keretakan rumah tangga terjadi akibat munculnya orang ketiga dalam pasangan suami istri.

Seorang suami mencintai wanita lain padahal ia sudah memiliki tanggung jawab berkeluarga. Banyak kasus perceraian yang terjadi akibat suami lebih memilih wanita lain.

Penikahan adalah sebuah ikatan yang mempersatukan dua orang manusia. Penikahan juga dilakukan untuk menghindari yang namanya zina.

Lebih lanjut, wanita yang mencintai dan berusaha untuk mendekati lelaki yang sudah beristri tentunya sudah masuk ke dalam zina karena dipenuhi hawa nafsu.

Hal itu menjadi dosa besar yang dilarang oleh Allah SWT. Sudah jelas seperti yang Allah SWT berfirman dalam surah Al-Isra Ayat 32:

“Dan janganlah kamu mendekati zina, sesungguhnya zina adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk.” (QS. Al-Isra: 32)

Pelakor Hukumnya Haram dan Dosa Besar

Mengutio dari kitab Al-Jawazir ‘an Iqtiraf al-Kabair oleh Imam Al Haitsami, bahwa perilaku ataupun tindakan yang memicu pada rusaknya rumah tangga seseorang adalah haram dan merupakan dosa dalam Islam.

Pernyataan tersebut juga di perkuat dengan hadist di bawah ini. Rasulullah SAW bersabda:

“Barang siapa menipu dan merusak (hubungan) seorang hamba dari tuannya, maka ia bukanlah bagian dari kami. Dan barang siapa merusak (hubungan) seorang wanita dari suaminya, maka ia bukanlah bagian dari kami.” (HR. Abu Hurairah)

Mencintai lelaki yang sudah beristri dapat menyakiti hati dari istri sah suami tersebut. Beda cerita dengan suami yang memang ingin melakukan poligami dan menikahi wanita lain atas izin istri.

Kecekcokan dalam rumah tangga memang merupakan hal yang biasa terjadi. Namun hal ini tidak berarti seorang suami dapat menjalin hubungan dan berselingkuh dengan wanita lain di luar sana.

Godaan seorang pelakor memang akan sangat sulit dihindarkan bagi seseorang yang kurang mendekatkan diri kepada Allah. Apalagi jika telah dibutakan oleh cinta.

Seorang suami hendaknya dapat lebih menjaga diri dan keutuhan rumah tangganya dari wanita penggoda seperti hadist di bawah ini.

“Kala itu Rasulullah masuk ke Masjid Nabawi dalam keadaan rambut masih basah setelah mandi jinabat, kemudian Rasulullah mengatakan kepada para ‘Jika diantara kalian menemui seorang wanita, lalu ia memikat hatimu, maka segeralah pulang datangi istrimu. Sesungguhnya, istrimu memiliki seluruh hal seperti yang dimiliki oleh wanita itu’ (HR. Tirmidzi),”

Rasulullah malah menyuruh para lelaki agar mengingat istrinya di rumah dan kembali ke rumah ketika ia melihat seseorang yang memikat hatinya.