Indriana Dewi Eka Saputri, Korban Pembunuhan Cinta Segitiga

Indriana Dewi Eka Saputri

KAWANPUAN.COM – Nama Indriana Dewi Eka menjadi sorotan publik setelah tewas menjadi korban dalam kasus pembunuhan cinta segitiga beberapa waktu lalu.

Gaya hidup Indriana Dewi Eka Saputri (25), wanita muda asal Jakarta, yang tewas di bunuh oleh oknum caleg DPR RI bernama Devara Putri Prananda (24).

Walaupun bukan berasal dari keluarga yang berada, Indriana Dewi Eka ternyata kerap bergaya mentereng.

Ketika dibunuh oleh pacarnya, Didot Alfiansyah (24), Indriana Dewi mengenakan jam tangan bermerek Rolex dan menenteng tas Louis Vuitton.

Pada foto yang beredar di media sosial, korban Indriana juga tampak bergaya mentereng. Indriana Dewi merupakan warga Cipinang Besar Utara, Jatinegara, Jakarta Timur.

Ia menjadi korban pembunuhan cinta segitiga oleh kekasihnya sendiri, Didot Alfiansyah di Gunung Geulis, Bogor Jawa Barat.

Siapa Otak Pembunuhan Indriana Dewi Eka?

Otak pembunuhan cinta segitiga adalah Devara Putri Pranada, Caleg DPR RI Dapil Jawa Barat 9 dari Partai Garuda. Devara Putri juga diketahui merupakan kekasih dari Didot.

Indriana Dewi dan Didot Alfiansyah sudah menjalin hubungan selama 7 bulan. Namun sebelumnya Didot juga sudah berhubungan dengan Devara.

Kemudian Didot lebih memilih Devara Putri daripada Indriana. Devara pun memberikan syarat pada sang kekasih jika ingin bersama dirinya.

Syaratnya, yaitu Didot Alfiansyah harus membunuh Indriana Dewi Eka Saputri. “Sebenarnya Didot hanya ingin kembali pada Devara, tapi dia (Devara) minta untuk korban harus hilang,” kata Dirkrimum Polda Jabar, Kombes Surawan.

Surawan mengatakan, Didot kemudian diminta mencari eksekutor jika tidak berani melakukan sendiri. Didot Alfiansyah lalu mengajak Muhamad Reza untuk membunuh Indriana Dewi.

Muhamad Reza pun menyanggupi dengan imbalan Rp 50 juta. “Diberikan Rp 15 juta uang tunai, kemudian dibelikan HP Rp 8 juta. Jadi sekitar Rp 23 juta yang diberikan pelaku,” tambah Surawan.

Uang yang diberikan pelaku pada eksekutor ini diduga merupakan uang hasil menjual barang-barang milik korban. Sebab saat kejadian, pelaku juga mengambil tas Louis Vuiton dan jam tangan Rolex milik korban.

“Barang berharga milik korban dibawa oleh pelaku dan dijual, ada 2 barang berharga yaitu tas LV dan jam tangan Rolex,” jelas Kombes Surawan lagi.

Korban Indriana Dewi Eka Saputri memang kerap bergaya mentereng. Pada foto yang beredar di media sosial, Indriana tampak mengenakan hijab.

Ia bergaya rapi dengan atasan blazer dan sepatu tinggi. Indriana juga menenteng tas brand Coach berwarna cokelat. Terlihat lengan kanannya gelang emas berukuran besar dan cincin. Sehari-hari, Indriana Dewi bekerja sebagai broker.

Rumah Kontrakan Indriana Dewi Eka

Indriana Dewi Eka Saputri tinggal di sebuah rumah kontrakan di Cipinang Besar Utara, Jatinegara, Jakarta Timur. Ia tinggal bersama orangtuanya di kontrakan gang sempit yang hanya bisa dilalui sepeda motor saja.

Pantauan di lokasi, Indriana Dewi tinggal di rumah kontrakan bercat warna hijau. Di depan rumahnya tampak tergantung jemuran yang disimpan di tali tinggi.

Kemudian di depan rumahnya merupakan jalan setapak yang mana langsung menuju tembok rumah milik warga lainnya. Indiana Dewi dan orangtuanya mengontrak di rumah sepetak itu.

Kronologi Kasus Pembunuhan Cinta Segitiga

Caleg DPR RI dari Partai Garuda Devara Putri Prananda (24) menjadi otak pembunuhan Indriana Dewi Eka Saputri (25) di Bogor.

Devara merancang pembunuhan Dewi setelah mengetahui menjalin hubungan gelap dengan pacarnya Didot Alfiansyah (24).

Devara dengan tidak memiliki rasa kemanusiaan menyuruh pacarnya untuk membunuh Indriana. Didot tak bisa menolak permintaan Devara gegara masih mencintai Devara.

Didot pun melakukan aksi pembunuhan dengan membayar temannya, Muhammad Reza Swastika alias MR untuk menjadi eksekutor dan menghabisi nyawa Indriana Dewi.

Dalam melancarkan aksinya, Didot Alfiansyah dan Reza pura-pura mengajak korban pergi jalan-jalan dari Jakarta ke Sentul, Bogor, menggunakan mobil Avanza yang disewa, Selasa (20/2/2024).

Ketika tiba di kawasan Bukit Pelangi Sentul, Reza menjerat leher korban dengan ikat pinggang selama 15 menit sampai korban tewas.

Setelah melakukan aksi keji itu, Didot Alfiansyah dan Reza berangkat ke Jakarta menjemput Devara Putri Prananda sambil membawa jasad korban.

Keesokannya atau pada Rabu (21/2/2024) sekitar jam 12.30 WIB, para pelaku membawa jasad korban menuju Pangandaran melalui Tol Cipali Cirebon.

Sesampainya di Kuningan, mobil tersebut rusak dan akhirnya ditowing atau diangkut ke bengkel. Selama di dalam mobil, mulut korban ditutup masker seolah-olah terlihat tidur.

Jasad korban berada di dalam mobil selama empat hari. Pada Jumat (23/2/2024) sekitar jam 02.00 WIB, Didot Alfiansyah dan Devara Putri Prananda mengeluarkan jasad korban dari mobil.

Mereka membuangnya ke jurang di belakang Tugu Gajah Kota Banjar. Jasad korban ditutup dengan selimut.

Direktur Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda Jabar Kombes Pol Surawan mengatakan, pembunuhan dilatarbelakangi cinta segitiga antara Didot Alfiansyah, Devara Putri Prananda, dan Indriana.

“Ya, kira-kira seperti itu (cinta segitiga). Jadi karena cemburu pelaku melakukan ini (pembunuhan),” ujar Surawan usai olah TKP di Jalan Bukit Pelangi Sentul, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, Jabar, Jumat (1/3/2024).

Surawan menjelaskan, Didot Alfiansyah dan Devara Putri Prananda merupakan sepasang kekasih. Keduanya sudah berpacaran selama 5 tahun.

Namun, di saat bersamaan, ternyata Didot Alfiansyah juga tengah menjalin hubungan dengan Indriana. Hubungan yang sudah berlangsung selama tujuh bulan itu rupanya diketahui oleh Devara Putri Prananda.

Devara Putri Prananda kemudian meminta Didot Alfiansyah untuk memilih dirinya atau Indriana Dewi Eka. Jika Didot Alfiansyah memilih dirinya, maka Devara Putri Prananda meminta kekasihnya itu untuk menghilangkan Indriana Eka Dewi dari bumi.

“Perempuan (DP) ini lah yang meminta pelaku (MR) untuk melakukan pembunuhan terhadap korban,” ujarnya.

Fakta lainnya adalah pembunuh bayaran bernama Muhammad Reza Swastika ternyata dijanjikan uang sebesar Rp 54 juta oleh pasangan kekasih tersebut.