Imas Kustiani, Guru Honorer Ikut Tes PPPK Meski Sakit Stroke

Imas Kustiani, Guru Honorer Ikut Tes PPPK Meski Sakit Stroke

Imas Kustiani, guru honorer di Karawang terlihat tertatih-tahih dan di bantu petugas saat mengikuti Tes PPPK.

Kawanpuan.com – Kawan Puan, kita hari ini akan mengungkap kisah inspiratif seorang perempuan yang berprofesi sebagai guru honorer, Imas Kustiani.

Imas Kustiani, perempuan berusia 53 tahun ini tak kenal lelah untuk ikut seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) meski terkena stroke.

Kisah Imas ramah di perbincangkan usai di unggah oleh akun Instagram @pgri_kotabaru.fc dan kemudian di bagikan oleh banyak akun informasi di Karawang.

Dalam unggahan itu, Imas Kustiani dengan memakai tongkat tengah di tuntun oleh dua orang laki-laki. Namun karena mengejar waktu, akhirnya Imas di gendong seorang lelaki saat akan mengikuti tes PPPK di salah satu sekolah di Karawang.

Saat di temui di rumahnya, Imas mengaku sebagai pengajar berstatus guru honorer kategori 2 (K2) di SDN Wancimekar 1, Desa Wancimekar Kecamatan Kotabaru, Kabupaten Karawang.

Imas mengaku memang kesulitan berjalan karena sedang sakit stroke. Namun, ia ingin tetap mengikuti tes dan penyakit yang di deritanya bukan penghalang niatnya.

“Jadi awalnya ingin menuju ruangan tes di SMAN 3 Karawang, tapi karena saya kena stroke dan agak sulit berjalan, makanya pakai tongkat,” kata Imas.

“Kemudian petugas tiba-tiba menggendong saya, karena takut telat ikut tes,” kata Imas di kediamannya di Perum Ekamas Permai BI 25 RT 02/05 Desa Pangulah Utara, Kecamatam Kotabaru, Karawang, Minggu (19/9/2021).

Ia telah menjadi guru honorer selama 17 tahun. Dan selama itu pula Imas belum pernah di angkat sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS). “Sudah 17 tahun mengajar, tapi belum di angkat jadi PNS,” katanya.

Imas Kustiani Tak Kenal Lelah Ikuti Seleksi PPPK

Meski dalam keadaan sakit stroke, Imas tidak kenal lelah dan menyerah untuk memberi ilmu pengetahuan kepada anak muridnya.

“Memang saya senang mengajar. Saya usahakan terus mendidik anak murid meski keadaan saya saat ini tidak sehat,” terangnya.

Penyakit yang di deritanya sudah sejak 3 tahun lalu. “Saya menderita stroke sejak 3 tahun lalu. Jadi sulit berjalan, dan berbicara normal tapi saya tetap berusaha bisa mengajar,” ucapnya yang terbata-bata.

Banjir Dukungan Imas Kustiani Ikut Tes PPPK

Semangat juang Imas Kustiani untuk mengajar demi mencerdaskan anak-anak Karawang mendapat dukungan penuh dari para murid, guru, kepala sekolah, dan tentunya suaminya.

Sang suami Nana Suhana (54), sempat menemani Imas saat hendak mengikuti seleksi PPPK di SMAN 3, dan membenarkan video viral itu adalah istrinya.

“Iya benar itu istri saya, dan engga tahu juga bisa ramai viral gitu,” kata Nana.

Dalam video itu, dua lelaki yang tengah mengantarkan Imas merupakan suaminya. Dan memang Nana mengakui istrinya sangat semangat untuk mengikuti tes.

“Sebenarnya istri saya itu memaksakan diri, tapi karena sudah bertekad, dan semangat, dia tetap lanjut ingin ikut tes, sampai dibantu digendong pegawas ke ruangan tes,” imbuh dia.

Dari kejadian viral itu, banyak orang yang tidak dikenal menghubunginya. “Engga tau bisa ramai gitu, sekarang banyak yang ingin video call saya,” ucap Imas kembali.

Berharap Lolos Jadi PNS

Imas mengungkapkan, dirinya telah menjadi guru honorer selama 17 tahun atau sejak tahun 2004.

Sejak pertama menjadi guru honorer Imas mengajar di SDN Wancimekar 1 Desa Wancimekar Kecamatan Kotabaru, hingga sekarang ini.

Dia juga beberapa kali pernah menjadi wali kelas dan mengajar semua mata pelajaran kecuali olahraga.

Semangatnya mengikuti seleksi PPPK karena ingin meraih cita-cita masa remajanya untuk menjadi seorang pegawai negeri sipil (PNS). Bahkan sejak tahun 2013, jika ada seleksi guru PNS Imas selalu mengikutinya.

“Sudah sekitar 6 atau 7 kali, lupa aku. Intinya dari 2013 tiap ada tes guru PNS saya ikut tapi belum rezekinya sampai tahun ini ikutan tapi kan namanya seleksi PPPK ya,” katanya.

Untuk itu, Imas berharap untuk seleksi PPPK 2021 ini bisa lolos dan diterima menjadi pegawai pemerintah meskipun tak seperti PNS.

“Alhamdulillah, saat seleksi semua soal terjawab dengan baik. Ibu sangat berharap bisa lolos diterima sebagai pegawai pemerintah,” tandasnya.

Kawanpuan.com merupakan media online tempat berbagi inspirasi kaum perempuan di seluruh Indonesia.

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *