Ikan Buntal Beracun, Simak 3 Bahaya untuk Manusia

Ikan Buntal Beracun

KAWANPUAN.COM – Keunikan bentuk ikan buntal rupanya beracun. Kali ini, tiga orang dari Maluku Tengah, meninggal dunia usai makan ikan buntal.

Ikan buntal terkenal dengan bentuknya yang unik dan kemampuannya untuk menggembung saat merasa terancam.

Namun, di balik penampilannya yang menarik, ikan buntal menyimpan bahaya mematikan bagi manusia, yaitu beracun tetrodotoksin.

Berikut 3 bahaya utama ikan buntal bagi manusia:

1. Keracunan yang berakibat fatal

Racun tetrodotoksin pada ikan buntal 1.200 kali lebih mematikan daripada sianida. Racun ini menyerang sistem saraf dan dapat menyebabkan kelumpuhan, kesulitan bernapas, dan kematian. Gejala keracunan biasanya muncul dalam 30 menit hingga 3 jam setelah konsumsi, dan dapat berlangsung selama 24 jam.

2. Tidak ada obat penawar

Saat ini, tidak ada obat penawar khusus untuk keracunan tetrodotoksin. Pengobatan hanya berfokus pada meredakan gejala dan menjaga fungsi vital tubuh.

3. Kesulitan dalam identifikasi

Racun tetrodotoksin tidak terkonsentrasi di satu bagian tubuh ikan buntal, melainkan tersebar di seluruh bagian tubuh, termasuk hati, usus, kulit, dan gonad. Hal ini membuat proses identifikasi bagian mana yang aman untuk dikonsumsi menjadi sangat sulit.

Himbauan:

Jangan konsumsi ikan buntal: Mengkonsumsi ikan buntal, meskipun dimasak oleh koki berpengalaman, sangat berisiko tinggi.

Segera hubungi layanan medis: Jika Anda mengalami gejala keracunan setelah mengkonsumsi ikan buntal, segera hubungi layanan medis darurat.

Tingkatkan edukasi: Penting untuk mengedukasi masyarakat tentang bahaya ikan buntal dan risiko keracunannya.

Tiga Warga Tewas Akibat Telur Ikan Buntal Beracun

Seorang ibu dan dua anaknya yang masih balita tewas setelah diduga keracunan telur ikan buntal.. Pagi hari sebelum pergi ke sungai, ketiganya hanya mengonsumsi telur ikan buntal yang telah digoreng sejak semalam.

Melansir dari berbagai sumber, Kamis (7/3/2024), sesaat setelah mengonsumsinya, ketiganya merasakan keluhan seperti lemas dan kerongkongannya terasa sakit.

Para tetangga yang melihat kondisi korban dalam keadaan lemas, langsung membawa mereka ke RSUD Saparua. Meski telah mendapatkan pertolongan dari pihak rumah sakit, namun nyawa ketiga korban tidak dapat terselamatkan.

Peristiwa hampir serupa juga pernah terjadi [ada 2009 lalu. Saat itu seorang warga Desa Air Batuan, Kecamatan Ilir Talo, Kabupaten Seluma, Bengkulu bernama Suri, tewas setelah mengonsumsi ikan buntal, sedangkan tujuh rekannya masih dirawat intensif di rumah sakit umum daerah setempat.

Korban tewas dalam perjalanan menuju Puskesmas Penago II, Jumat dinihari, 25 Desember 2009, demikian informasi yang dihimpun dari RSUD Bengkulu, yang dikutip dari Antara, Sabtu, 26 Desember 2024.

Rita, seorang perawat RSUD M Yunus Bengkulu menuturkan, Suri yang tewas dan tujuh orang lainnya yang dirawat diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi ikan buntal hasil tangkapan nelayan setempat.

Sejak dulu ikan buntal tidak dimakan manusia karena dikenal memiliki racun berbisa, namun ke delapan orang warga Desa Air Batuan itu nekad mengonsumsinya. Tujuh warga yang masih menjalani perawatan sebagian besar adalah tetangga Suri.

Menurut keterangan keluarga korban, Suri mendapatkan seekor ikan buntal dari serang nelayan setempat. Suri semula meminta ikan itu untuk dijadikan pajangan saja, namun sesampainya di rumah ia memasaknya dan mengonsumsinya bersama tetangganya.

Setelah beberapa jam memakan ikan itu, mereka kemudian muntah-muntah dengan kondisi kian melemah. Kapolsek Talo AKP Joko Setiono mengatakan, penyidik masih menyelidiki dugaan keracunan ikan buntal tersebut.

Dengan memahami bahaya ikan buntal, diharapkan masyarakat dapat terhindar dari risiko keracunan yang dapat berakibat fatal.