Buaya Danau Tolire Terkam Bocah Remaja Jadi Sorotan Dunia

Kasus Buaya Danau Tolire

KAWANPUAN.COM – Kasus buaya monster pengguhi Danau Tolire terkam seorang bocah remaja bernama Farjan Idham jadi sorotan media internasional.

Salah satunya adalah media Daily Star. Di mana media tersebut ikut menyoroti keganasan buaya monter penghuni Danau Tolire yang menerkam seorang bocah remaja tersebut.

Di mana menurut laporannya, tubuh seorang remaja di temukan beberapa hari setelah seekor buaya besar memangsanya.

Menurut laporan Daily Star sebagaimana Kawanpuan sadur, Farjan melompat keluar dari air tempat dia memancing bersama teman-temannya.

Kepala dan lengan seorang remaja itu mendapat luka cukup serius hingga akhirnya meninggal dunia akibat keganasan buaya monster penghubi Danau Tolier.

Farjan Idham, 15 tahun, sempat beristirahat sejenak di atas kayu gelondongan selama perjalanan di Danau Tolire di Kota Ternate, Indonesia, tempat terjadinya peristiwa pada Selasa (2/8) lalu.

Reptil ganas itu kemudian meluncurkan tubuhnya keluar dari air dan menyeretnya ke bawah. Teman-temannya yang ketakutan berusaha menjangkau korban.

Namun apalah daya, tetapi ekor binatang itu menghalangi dan mereka terpaksa menyerah, takut mereka akan di serang berikutnya.

Pihak berwenang melancarkan operasi pencarian dan penyelamatan. Meski tubuh bocah itu terlihat mengambang di sekitar danau, butuh waktu tiga hari untuk di angkat.

Pasalnya, keberadaan buaya di sekitar mayat dan tebing curam di sekitar danau. Seekor buaya terus mendorong tubuh Farjan di sekitar danau.

Kepala Badan SAR Ternate,Fathur Rahman mengatakan kepada media setempat:

“Mayat korban belum di evakuasi meskipun sudah terlihat muncul di permukaan air karena masih dibawa oleh buaya ke tengah danau.”

Petugas berhasil mengeluarkan jasad bocah itu pada Kamis (4/8) lalu, ketika mereka melihat kedua lengannya telah robek dan kepalanya hampir terlepas dari tubuhnya.

Jenazahnya di bawa ke rumah duka dan kemudian di berikan kepada keluarganya yang berduka. Sementara Danau Tolire di tutup sementara untuk turis.

Indonesia memiliki 14 jenis buaya asli, termasuk populasi reptil muara yang besar dan agresif. Dan serangan buaya telah meningkat saat makhluk-makhluk itu keluar dari habitatnya.

Pakar konservasi menyalahkan penangkapan ikan massal dan penciptaan pertanian di wilayah pesisir sebagai penyebab perubahan tersebut.

Penduduk lokal Indonesia juga masih menggunakan sungai untuk mandi dan memancing, sehingga menciptakan kondisi optimal untuk jumlah serangan melonjak.