Biodata Puan Maharani dan Suami yang Wajib Kamu Ketahui

Biodata Puan Maharani dan Suami

KAWANPUAN.COM – Inilah biodata Puan Maharani dan suami Happy Hapsoro, yang selama ini Kawan Puan cari melalui internet dan media sosial.

Biodata Puan Maharani dan suami Happy Hapsoro, bisa Kawan Puan temukan melalui artikel ini. Yuk langsung saja simak informasi lengkapnya.

Belakangan ini pengguna media sosial dan internet banyak yang mencari profil, biodata, karir dari sosok Puan Maharani dan suami Hapsoro Sukmonohadi.

Melalui artikel ini dan sesuai hasil rangkuman dari sumber kompeten, berikut ini adalah biodata Puan Maharani dan suami Hapsoro Sukmonohadi.

Biodata Puan Maharani dan Suami

Lahir dari keluarga politikus mendorong Puan Maharani terjun ke dunia politik. Ia bergabung dengan partai ibunya Megawati Soekarnoputri dan terpilih sebagai anggota DPR RI.

Puncaknya, ia di angkat oleh Presiden Jokowi menjadi Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan.

Perempuan kelahiran Jakarta, 6 September 1973 ini adalah anak pertama dari pasangan Taufik Kiemas dan Megawati Soekarnoputri.

Sejak kecil Puan tidak lepas dari suasana politik. Simbol-simbol negara, lambang partai menjadi pemandangan sehari-hari dan ia sudah terbiasa mengalaminya.

Darah politiknya mengalir deras kepada dirinya ketimbang kepada anak-anak Megawati lainnya. Bahkan di antara cucu Soekarno, dia lah yang di klaim pengganti penerus perjuangan Soekarnoisme.

Wajar hal itu terjadi pada diri Puan Maharani. Ia adalah cucu dari Presiden Pertama RI, Soekarno dan anak dari Presiden ke-5 RI, Megawati Soekarnoputri.

Mungkin tidak mengalami sentuhan fisik kakeknya, Soekarno, tapi cerita-cerita langsung dari ibunya membuat Puan menjadi sangat memimiliki.

Apalagi ibunya, terus berdiri mengurus partai politik PDI Perjuangan hingga saat ini. Puan beruntung memiliki seorang ayah, Taufik Kiemas, ketua MPR ke-12, yang memiliki sikap yang sangat moderat.

Dengan kelenturan ayahnya berpolitik dan ketegasan ibunya membuat modal yang hebat ada pada diri Puan. Pada usia 33 tahun dia mulai aktif di dunia politik.

Meski begitu bukan berarti buta politik sama sekali. Sejak SD, SMP, SMA, dan kuliah, dia selalu menyaksikan kerasnya politik yang sedang dihadapi keluarganya, khususnya ibunya.

Bukan sekadar menyaksikan, tapi dia juga sudah ikut keliling dan mendampingi ibunya saat melawan kekuasan Soeharto, presiden RI ke-2.

Karier organisasinya, ia mulai masuk KNPI di bidang luar negeri, dan bergabung di PDI Perjuangan.

Setelah teruji dan matang secara organisatoris, Puan maju mencalonkan sebagai anggota DPR dari Dapil Jawa Tengah; Surakarta, Sukoharjo, Klaten, dan Boyolali. Dia pun meraih suara terbanyak.