Banjir Melanda, Wanita Histeris Ijazah dan Laptopnya Terendam

Wanita Histeris Ijazah dan Laptopnya Terendam

KAWANPUAN.COM – Banjir melanda, seorang wanita menangis histeris melihat ijazah dan laptopnya terendam air banjir di Lampung.Banjir melanda, seorang wanita tampak menangis histeris melihat ijazah dan laptopnya terendam air banjir di Lampung.

Banjir yang melanda beberapa wilayah di Indonesia membawa dampak yang cukup signifikan bagi masyarakat. Salah satunya adalah seorang wanita yang mengalami kerugian besar akibat banjir.

Video yang diunggah oleh akun Instagram @memomedsos pada Minggu (25/2/2024) menunjukkan seorang wanita menangis histeris saat melihat ijazah dan laptopnya terendam banjir.

“Ijazah dan laptopnya basah akibat terendam banjir, wanita ini nangis histeris,” tulis akun tersebut dalam unggahannya.

Berdasarkan informasi, peristiwa ini terjadi di Lampung. Dalam video tersebut, terlihat seorang wanita yang membuka pintu rumahnya yang telah terendam banjir setinggi semata kaki.

Ia langsung menuju ke kamarnya untuk melihat kondisi barang-barangnya yang penting.

Namun, sesampainya di kamar, wanita tersebut langsung menangis histeris melihat barang-barangnya telah terendam air.

“Ya Allah ijazah gue,” ucap wanita tersebut pilu.

Ijazah yang disimpan di bagian rak paling bawah tak luput dari terjangan banjir. Posisinya yang dekat dengan lantai membuat ijazah tersebut basah kuyup.

Tak hanya ijazah, laptop milik wanita tersebut juga turut terendam banjir. Laptop yang masih tersimpan di dalam tasnya itu berada di sudut salah satu ruangan.

Melihat laptopnya ikut terendam, wanita itu pun kembali histeris.

Banjir yang melanda wilayah tersebut terjadi pada Sabtu (24/2/2024) sore setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut selama tiga jam.

Berdasarkan data inventarisir Polda Lampung, lokasi banjir terparah terjadi di enam kecamatan, yaitu Kecamatan Kedaton, Rajabasa, Way Halim, Sukabumi, Kedamaian, dan Teluk Betung.

Puluhan perumahan dan permukiman warga di kecamatan-kecamatan itu terendam banjir dengan ketinggian mencapai 200 sentimeter.

Kapolda Lampung Inspektur Jenderal (Irjen) Helmy Santika mengatakan pihaknya telah menerjunkan ratusan personel Brimob dan Sabhara untuk membantu proses evakuasi dan tanggap bencana.

“Kita bekerja sama dengan instansi lain seperti SAR, TNI dan relawan. Kita fokuskan evakuasi korban,” kata Helmy, dikutip dari Kompas.com, Minggu (25/2/2024).

Kepolisian juga melakukan monitoring dan deteksi kerugian materiil serta korban jiwa akibat banjir. Patroli di kawasan dan perumahan yang ditinggalkan warga juga dilakukan untuk memastikan keselamatan dan kenyamanan masyarakat yang mengungsi.

“Evakuasi dan pemulihan menjadi prioritas utama kami untuk memastikan keselamatan dan kesejahteraan masyarakat yang terdampak oleh bencana ini,” kata Helmy.